Oleh :Nelson Pomalingo (Ketua Dewan Pembina The Presnas Center)
Komparasi.id, Ulasan – Har ini tanggal 18 Agustus 2026, dimana bangsa Indonesia masih dalam suasana hiruk-pikuk memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81, masyarakat Gorontalo pada momentum yang sama, memperingati dan mengenang 40 hari berpulangnya Dr. (HC) Hi. Rachmat Gobel, tokoh Gorontalo yang tidak hanya dikenang sebagai pengusaha level nasional kebanggaan Gorontalo, tapi juga sosok yang sebagian besar hidupnya telah mendedikasikan tenaga, pikiran dan segala sumber daya yang dimilikinya untuk kemajuan Gorontalo.
Doa arwah 40 hari dalam tataran tradisi masyarakat Gorontalo, bukan sekadar momentum untuk bermunajat kepada sosok teman, sahabat, kerabat tercinta yang telah mendahului menghadap sang Maha Pencipta, tapi lebih dari itu, doa arwah 40 hari adalah momentum untuk mengenang kebaikan-kebaikan almarhum semasa hidupnya, kemudian menjaga dan membina harmoni dan silaturahmi antar teman, sahabat serta keluarga almarhum. Yang terpenting lagi, adalah mewarisi dan melanjutkan kebaikan-kebaikannya, dedikasi dan perjuangannya sebagai bukti cinta dan kerinduan yang mendalam terhadap almarhum.

Dalam konteks ini. peringatan doa arwah 40 hari almarhum yang bertepatan dengan peringatan HUT Kemerdekaan yang identik dengan jiwa kepahlawanan dan patriotisme, tidak cukup hanya dipandang dan dimaknai sebagai suatu kebetulan, tapi menjadi sebuah isyarat dan gerakan Tuhan, bahwa almarhum Rachmat Gobel, sejatinya adalah sosok patriot rakyat yang diakui eksistensi perjuangannya oleh negara untuk bangsa ini.
Apalagi, beliau adalah tokoh nasional yang pernah menerima tanda kehormatan “Bintang Mahaputera Adipradana” dari Pemerintah Republik Indonesia pada tanggal 14 Agustus 2024 lalu. Yakni sebuah penghargaan negara kepada para tokoh nasional yang dinilai berjasa besar bagi bangsa dan negara.
Atas anugerah dan penghargaan itulah, almarhum berhak dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Utama Kalibata Jakarta, satu deretan dengan pusara para pahlawan Kusuma Bangsa yang telah mengorbankan tenaga, pikiran dan nyawanya untuk bangsa ini.
Oleh karena itulah, bagi masyarakat Gorontalo, almarhum Rachmat Gobel, tidak cukup hanya dikenang sebagai sosok yang berjasa dan memiliki semangat yang tinggi untuk membangun dan memajukan Gorontalo, tapi juga seorang patriot dan pejuang yang saat ini dan ke depan akan menjadi tokoh inspiratif yang mewariskan spirit perjuangan bagi kemajuan dan masa depan Gorontalo.
Itulah substansi tulisan ini, yakni hendak menggalang semangat dan komitmen kita untuk mewarisi, melanjutkan dan meneruskan spirit perjuangan almarhum Rachmat Gobel untuk memajukan Gorontalo. Hal itu penting, karena sebagian besar hidupnya telah didedikasikan untuk Gorontalo.
Begitu banyak ide, gagasan, pemikiran-pemikiran konstruktif dan cita-cita almarhum yang patut menjadi spirit pergerakan dan perjuangan dalam rangka membangun masa depan Gorontalo yang lebih baik.
Almarhum Rachmat Gobel yang berpulang tepat pada hari Jum’at yang dalam perspektif Islam sebagai hari yang mulia dan disebut sebagai “Sayiddul ayyam”, artinya penghulu atau pemimpin hari-hari lainnya pada tanggal 10 Juli 2026 lalu, tidak hanya dikenang sebagai kepergian dan kepulangan almarhum yang begitu mulia dengan predikat Husnul Khatimah, tapi yang terpenting adalah segala bentuk ide, gagasan, cita-cita dan pemikiran-pemikiran konstruktifnya untuk Gorontalo, tidak akan pernah mati, melainkan terus hidup, membimbing dan memimpin generasi Gorontalo.
Tidak hanya itu saja, segala bentuk sikap tindakan dan jiwa entrepreneurship dalam dunia bisnis yang menjunjung tinggi integritas dan kejujuran. Kemudian kiprah politik almarhum yang begitu elegan dan terhormat selama ini, juga menjadi sisi lain yang tidak hanya menarik menjadi rujukan generasi Gorontalo, tapi juga banyak mengandung nilai-nilai edukasi, sebagai sumber pembelajaran, menjadi sumber teladan bagi siapapun yang ingin terjun ke dunia politik.
Menurut saya, paling tidak terdapat 4 dimensi keteladanan yang terpatri dari almarhum selama hidupnya yang menjadi sumber rujukan bagi generasi Gorontalo, yakni :
Pertama, jiwa entrepreneurship yang dibangun di atas fondasi nilai-nilai humanisme yang berbasis pada aspek kemanusiaan, mampu merawat dan menjaga amanah perusahaan yang sudah dirintis oleh kedua orang tuanya hingga tetap eksis dan mampu bertahan di era persaingan industri elektronik dan perdagangan global yang sangat kompetitif. Almarhum Rachmat Gobel mampu menjaga amanah itu, bahkan mampu meletakkan fondasi yang kokoh, berikut filosofi perusahaan yang bertumbuh yang elevan dengan perkembangan zaman, modern dan berkelanjutan bagi generasi sesudahnya.
Dalam dimensi ini, meski menahkodai perusahaan yang berskala nasional, bahkan internasional dengan aset triliunan Rupiah, namun almarhum Rachmat Gobel beserta keluarga tetap hidup sederhana, jauh dari kesan hidup glamour. Bahkan sebaliknya, memiliki rasa empati yang tinggi terhadap kehidupan mereka yang belum beruntung. Dari sinilah keluhuran itu terpatri, yakni provit perusahaan yang bertumbuh, senantiasa berorientasi dan berbasis pada nilai-nilai kemanusiaan dan sosial kemasyarakatan.
Boleh disebut, almarhum Rachmat Gobel semasa hidupnya menjadi pelopor terhadap perubahan paradigma dalam dunia bisnis yang dikenal dengan teori “Humane Entrepreneurship” atau kewirausahaan berbasis kemanusiaan atau Humanisme Entrepreneurship.
Almarhum mampu memanifestasikan teori berbisnis yang pernah dipopulerkan oleh Ki-Chan Kim bersama asosiasi global International Council for Small Business (ICSB) yang menempatkan nilai-nilai kemanusiaan, kesejahteraan karyawan, serta keberlanjutan sosial sebagai inti dari aktivitas bisnis. Konsep usaha dan bisnis model ini berpandangan, bahwa manusia (karyawan), mitra dan masyarakat bukan sebagai alat produksi sehingga menolak prinsip eksploitasi.
Bahkan provit perusahaan yang bertumbuh secara terukur dipergunakan untuk mendorong Usaha Kecil dan Menengah (UKM) agar tumbuh bersama. Model berusaha seperti ini, mampu menjaga keseimbangan kerja dan hidup, menjaga harmoni dengan lingkungan dengan daya social responsibility yang tinggi.
Bagian Kedua
Kedua, dalam dimensi politik, almarhum Rachmat Gobel adalah sosok politisi yang ideal. Dalam politik ia sudah selesai dengan “dirinya sendiri” dan keluarganya. Dalam perspektif politisi seperti ini, politik hanya sebagai wahana untuk membangun idealisme, politik sebagai medan pengabdian, ladang untuk berbuat dan beramal yang kesemuanya itu, bertumpu pada bagaimana mewujudkan harapan, aspirasi dan kepentingan masyarakat.
Politisi model ini tidak lagi berpikir untuk kepentingan dirinya, keluarga dan kelompoknya. Bahkan model politisi seperti ini, tidak segan-segan merogoh sakunya sendiri, ketika berhadapan dengan sistem politik pragmatis, birokrasi pemerintahan yang berbelit dan sistem administrasi pelayanan publik yang tidak berpihak pada kaum marginal. Menariknya lagi, Rachmat Gobel telah mewariskan paradigma politik yang santun, etis dan politik yang mampu menempatkan diri secara elegan di tengah masyarakat.
Meski dalam politik identik dengan “warna” tertentu, tapi ketika politik berada di arena pengabdian untuk masyarakat, Rachmat Gobel tidak lagi menonjolkan fanatisme “warna”, melainkan kepentingan masyarakat yang menjadi rujukannya.
Hal itu sangat jelas terlihat dari kiprahnya di kabupaten/kota di Provinsi Gorontalo yang memberikan porsi perhatian yang sama untuk setiap daerah di kabupaten/kota. Mendiang almarhum semasa aktif sebagai Anggota DPR-RI kala itu, tidak lagi memandang Bupati/Walikota dari latar belakang “warna politik” apa, tapi dengan tulus dan ikhlas mengulurkan tangan untuk semua.
Itulah sebabnya, selama dalam kiprahnya di Gorontalo, almarhum tidak memiliki musuh politik. Semua pemimpin di Kabupaten/Kota dengan latar belakang partai politik yang beragam diperlakukannya sebagai sahabat dan mitra, demi kepentingan rakyat. Tidak heran, jika selama kiprahnya di dunia politik, khususnya di Gorontalo, Rachmat Gobel telah meninggalkan “legacy” politik yang mencerahkan dan mencerdaskan.
Rachmat Gobel adalah sosok politisi ideal yang tidak mengenal politik menghujat, politik yang menista, manuver politik yang saling menjatuhkan atau “Tutuhiya”, politik adu domba dan sangat jauh dari politik yang bersandar pada uang dan materi.
Justru sebaliknya, di tengah “kekayaan” yang melimpah dengan “Isi Tas”yang bertengger di barisan teratas dibandingkan politisi lainnya di Gorontalo, namun sikap politik Rachmat Gobel tetap berbasis pada politik yang berkualitas dan berintegritas yang senantiasa mendidik, mengarahkan dan membimbing masyarakat pemilih agar memilih pemimpin dengan rasionalitas yang bertumpu pada akal sehat bukan atas dasar pemberian “uang”.
Dalam hal ini, almarhum Rachmat Gobel telah mewariskan paradigma politik yang bertumpu pada “kemurnian elektoral” yang semata-mata menyandarkan sumber suara dan pilihan yang berangkat dari hati nurani rakyat, bukan bersumber dari euforia politik pragmatis.
Yang menarik adalah, almarhum Rachmat Gobel adalah politisi yang tidak berorientasi pada “kekuasaan”, tapi pada pengabdian. Hal itu sangat jelas tercermin dari sikapnya yang legowo dan tidak mentang-mentang. Jika saja beliau mau dan bersedia mencalonkan dalam setiap kali prosesi Pemilihan Gubernur di Gorontalo, sudah dapat dipastikan, ia akan terpilih dan duduk sebagai orang nomor satu di Provinsi Gorontalo.
Namun ternyata beliau enggan dan nampaknya lebih enjoy, merasa lebih leluasa untuk mendedikasikan dharma baktinya untuk rakyat di luar panggung pemerintahan Provinsi. Pernah dalam sebuah diskusi dengan beliau pada awal terbentuknya Provinsi Gorontalo, saya kala itu menyampaikan permintaan, agar beliau maju sebagai calon Gubernur Gorontalo.
Namun ternyata beliau tidak mencalonkan. Demikian juga, saat menjelang pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur tahun 2024 lalu, saya pernah menyatakan kepada beliau, jika pak Rachmat Gobel maju sebagai calon Gubernur, maka saya tidak akan maju mencalonkan diri, tapi jika beliau tidak mencalonkan, maka saya yang akan mencalonkan diri sebagai Gubernur. Lagi-lagi dalam perjalanannya, ternyata beliau tidak mencalonkan sehingga saya berani maju sebagai calon Gubernur.
Dari sini sangat jelas terlihat, bahwa Rachmat Gobel memiliki prinsip politik yang elegan untuk memberikan kesempatan kepada kader pemimpin lainnya memimpin Gorontalo dan ia lebih memilih dengan tulus dan ikhlas mendukung, mensuport serta memberi penguatan terhadap program-program pemerintahan yang terpilih. Tujuannya hanya satu, yakni demi kemaslahatan rakyat dan kemajuan Gorontalo.
Dimensi Ketiga, Tidak Pernah melupakan Negeri Leluhur. Semasa hidupnya almarhum Rachmat Gobel merupakan potret orang Gorontalo yang meski lahir dan dibesarkan di Jakarta, dengan segala capaian kesuksesan yang diraihnya hingga memiliki jejaring mitra di dalam negeri dan di luar negeri, namun ia tidak pernah melupakan negeri leluhurnya.
Sikap ini patut menjadi contoh dan teladan bagi orang Gorontalo atau mereka yang berdarah Gorontalo dan meraih sukses di negeri rantau. Dalam konteks ini, Rachmat Gobel sangat menghayati betul nasehat mendiang kedua orang tuanya, Drs. H. Mohamad Thayeb Gobel dan sang Ibu Hj.Ani Nento Gobel yang berpesan kepadanya untuk tidak melupakan daerah leluhur Gorontalo.
Manifestasi kepeduliannya untuk Gorontalo, tidak hanya diwujudkan melalui berbagai bantuan pemberdayaan untuk masyarakat, maupun sumbangsih ide dan gagasan serta pemikiran untuk kemajuan Gorontalo, tapi lebih dari itu, almarhum Rachmat Gobel, juga menjunjung tinggi adat-istiadat dan tradisi yang diwariskan oleh leluhur Gorontalo.
Bahkan ia tidak segan-segan memperkenalkan dan mempromosikan khasanah kekayaan budaya Gorontalo di kancah nasional. Ia juga memperkenalkan budaya Gorontalo kepada anak-anaknya beserta keluarga besarnya di Jakarta.
Dikutip dari laman Nasdemdprri.id (2022), Rachmat Gobel pernah mengatakan, melestarikan budaya Gorontalo baginya dan bagi keluarganya adalah kewajiban. “Budaya Gorontalo bagi kami adalah kewajiban dan amanah yang dititipkan para leluhur kami,” ujarnya usai menerima kunjungan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti di Rumah Adat Gobel Tapa, Gorontalo, Rabu (13/7/2022).
Tidak heran jika di Jakarta, ia membangun sebuah Sanggar Budaya Gorontalo yang khusus melakukan pementasan-pementasan seni-budaya Gorontalo. “Dimanapun kami tinggal, adat dan budaya Gorontalo harus dilestarikan,” ujarnya seperti dikutip dari laman nasdemdprri.id.
Maka tidak mengherankan pula, jika Duwango Lo Adati Lo Hulontalo, menganugerahinya gelar adat (Pulanga) sebagai “Ti Bulilango Lo Hunggia” yang berarti “Cahaya untuk Negeri” pada tahun 2000 silam.
Selanjutnya, tidak lama setelah prosesi pemakamannya pada 10 Juli 2026, Duwango Lo Adati (Dewan Adat) Gorontalo kembali menganugerahinya gelar adat (Gara’i) “Taa Lo’o Lamahe Lipu”. Gelar kehormatan ini diputuskan melalui sidang adat dan diumumkan sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian, jiwa, raga, serta harta yang dicurahkan almarhum untuk kemakmuran dan kemajuan masyarakat Gorontalo.
Gara’i ini diberikan sebagai manifestasi penghargaan kepada sosok almarhum yang semasa hidupnya “Taa Lomaya lo Batanga” atau yang mengabdikan diri untuk kemajuan Gorontalo, “Taa lo Dungalo Nyawa” atau yang mempertaruhkan nyawa untuk negeri dan “Taa lo Tombulu lo Upango ode Lamahu Lipu” yang artinya yang mendermakan hartanya untuk kemakmuran negeri.
Semoga saja, segala bentuk sikap luhur yang telah dicontohkan oleh almarhum Rachmat Gobel dapat menjadi teladan bagi generasi Gorontalo,.khususnya mereka yang berada di negeri rantau untuk mendedikasikan tenaga dan pikirannya bagi kemajuan dan masa depan Gorontalo.
Jika saja seluruh keturunan Gorontalo yang sukses di negeri rantau, memiliki semangat yang sama dalam menjunjung tinggi negeri leluhur seperti yang dilakoni oleh almarhum Rachmat Gobel semasa hidupnya, bukan hal yang tidak mungkin, Gorontalo akan meraih lompatan kemajuan yang signifikan.
Bagian Ketiga
Keempat, Mewariskan Karya Monumental dan Pemikiran Konstruktif untuk Gorontalo. Sebagai orang yang pernah masuk dalam jajaran Pengurus LAMAHU Jakarta yang membidangi Pendidikan dan sempat berinteraksi dengan almarhum sebagai Ketua LAMAHU di era tahun 1990-an, saya mengetahui betul bagaimana semangat, pemikiran dan idealisme almarhum untuk kemajuan Gorontalo.
Berbicara tentang ide, gagasan, program dan kegiatan-kegiatan yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat Gorontalo, almarhum Rachmat Gobel langsung tergerak untuk membantu.
Mahasiswa di jakarta era tahun 1990-an, sudah pasti merasakan bagaimana uluran tangan almarhum dalam mendanai dan mensponsori berbagai kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa. Apalagi saat gerakan pembentukan Provinsi Gorontalo, almarhum tidak hanya membantu dan mensponsori kegiatan-kegiatan diskusi elemen mahasiswa dan pemuda, tapi juga memiliki andil yang besar dalam pendirian organisasi pertama pembentukan Provinsi Gorontalo yang dikenal dengan nama Forum SIlatuhami Masyarakat Tomini Raya (FORSMATORA).
Ketika itu Rachmat Gobel dinobatkan sebagai Dewan Penasehat, Ketuanya Roem Cono dan Wakil Ketua saya sendiri, serta Sekretaris Ir. Halim Usman. Dari organisasi inilah kemudian, lahir semangat yang tinggi dari seluruh elemen dalam sebuah gerakan mewujudkan terbentuknya Provinsi Gorontalo.
Intensitas perhatian almarhum terhadap Gorontalo mulai terlihat dengan sangat jelas setelah Provinsi Gorontalo terbentuk. Berbagai organisasi kemasyarakatan, organisasi keagamaan bahkan organisasi yang bergerak di bidang usaha dan sosial kemasyarakatan, mendapatkan sentuhan bantuan dan support dari Rachmat Gobel.
Termasuk yang paling penting dan krusial, adalah bantuan untuk tempat ibadah atau Masjid, mulai dari Masjid Baiturrahim Kota Gorontalo, Masjid Baiturahman Kab. Gorontalo, Masjid Agung Baiturahmat Tilamuta di Kab. Boalemo dan mesjid Jami lainnya yang ada di wilayah kecamatan di Provinsi Gorontalo.
Di bidang pengembangan adat dan budaya, almarhum Rachmat Gobel memiliki jasa besar dalam proses pembangunan Rumah Adat Dulohupa di Kota Gorontalo dan yang terbaru menurut informasi adalah Gedung Dewan Adat di jalan Jhon Ario Katili (Eks jalan Andalas( yang kini sudah berdiri megah
Di bidang sosial kemasyarakatan dan pemberdayaan UMKM, almarhum Rachmat Gobel tidak hanya mewariskan semangat keberpihakan kepada generasi Gorontalo, tapi juga meninggalkan jasa besar, yakni telah mengangkat derajat ekonomi ratusan bahkan ribuan para pelaku usaha UMKM. Seiring dengan hal itu, almarhum Rachmat Gobel mengambil inisiatif mewujudkan perluasan kawasan usaha melalui revitalisasi kawasan-kawasan strategi yang menjadi titik keramaian dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Diantaranya melakukan penataan kawasan Danau Perintis dan menghadirkan replika Kapal Pinisi yang harganya milyaran rupiah dari kantong pribadi untuk mengundang minat para turis domestic dan mancanegara untuk menikmati panorama keindahan Danau Perintis.
Niat tulus dan gagasan almarhum itu dalam perkembangannya, terbukti mampu mendongkrak perekonomian masyarakat di sekitar Danau Perintis dengan hadirnya para pedagang dan pelaku usaha. Menurut sumber informasi yang dapat dipercaya, setelah direvitalisasi atas inisiatif Rachmat Gobel, area Danau Perintis sudah mulai padat dikunjungi wisatawan, baik pada sore hari untuk menikmati senja matahari terbenam, maupun pada malam hari. Hal itu terjadi,karena berbagai fasilitas penunjang dan taman yang menarik dihadirkan plus hiasan lampu yang warna-warni dengan pemandangan yang artistik.
Dampaknya adalah, pendapatan UMKM meningkat dari omzet harian semula hanya ratusan ribu, menjadi rata-rata Rp.1.5 juta per hari.
Tidak hanya itu saja, Revitalisasi Menara Pakaya di Limboto yang diinisiasi almarhum Rachmat Gobel telah membawa dampak peningkatan geliat ekonomi di Kab. Gorontalo. Ide dan gagasannya untuk memperindah Menara Pakaya itu, pertama kali tercetus dalam sebuah pertemuan di Jepang saat kami menghadiri kegiatan The 17th World Lake Conference (WLC17) atau Konferensi Danau Internasional yang diselenggarakan di Prefektur Ibaraki Jepang.
Ketika di Jepang itu, beliau menyatakan keinginannya untuk menjadikan Menara Pakaya memiliki daya tarik yang memukau untuk masyarakat. Selaku Bupati Gorontalo waktu itu, tentu saya sangat menyambut baik dan mendukung ide dan gagasan brilian tersebut. Tidak berapa lama setelah pertemuan di Jepang itu, beliau langsung merealisasikan ide dan gagasannya hingga Menara Pakaya menjadi magnet baru di Gorontalo.
Bahkan lebih dari itu, keindahan dan panorama malam Kota Limboto yang menakjubkan pada tahun 2021 silam, telah menjadi kenangan terindah bagi para peserta “Coconut Day” atau Hari Kelapa sedunia yang dipusatkan di Kab. Gorontalo kala itu yang dihadiri oleh peserta dari 20 negara-negara penghasil kelapa di dunia.
Tidak berhenti sampai di situ saja, pada tahun 2026 atau menjelang pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Tani dan Nelayan ke-XVII yang dipusatkan di Kab. Gorontalo, Menara Pakaya Limboto kembali mendapatkan kucuran dana segar dari almarhum hingga Menara Pakaya telah menjadi sebuah daya tarik yang mengesankan bagi puluhan ribu peserta Penas dari seluruh Indonesia. Dampak luasnya adalah kompleks Menara Pakaya menjadi pusat geliat ekonomi pelaku UMKM yang mendulang omzet harian yang selama ini mereka impikan.
Demikian juga dengan Pentadio Resort yang sebelumnya dianggap sebagai destinasi wisata yang biasa-biasa saja, akhirnya mendapat sentuhan kemurahan hati Rachmat Gobel melalui program revitalisasi dengan menghadirkan fasilitas penunjang yang menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk berkunjung.
Diantaranya menghadirkan replika “Kucing Raksasa” yang hadir untuk pertama kalinya di bumi Gorontalo. Sebuah ide dan terobosan yang mumpuni seorang Rachmat Gobel kendati dengan biaya yang tidak sedikit, demi mengangkat pamor Gorontalo di sektor pariwisata dan mengangkat derajat ekonomi masyarakat Gorontalo.
Semangat mengangkat pamor pariwisata dan perekonomian Gorontalo yang diwariskan almarhum Rachmat Gobel, adalah pelaksanaan Festival Balon Udara yang dipusatkan di Gelanggang Olahraga David-Toni di Limboto pada tahun 2025 silam. Festival Balon Udara tersebut, merupakan acara wisata kreatif yang pertama kali diadakan di Gorontalo demi mengangkat sektor pariwisata dan mendukung kebangkitan UMKM lokal di Gorontalo.
Pada kegiatan yang menghadirkan puluhan balon udara raksasa khas Wonosobo yang ditambatkan di lapangan terbuka, tidak hanya mengesankan dan memukau masyarakat, tapi juga merangsang daya inovasi para pelaku usaha untuk menghadirkan berbagai produk kreatif yang menjadi lumbung pendapatan masyarakat.
Di Kabupaten Pohuwato, jejak pengabdian, kemurahan hati serta semangat membangun Gorontalo yang diwariskan Rachmat Gobel, diantaranya pembangunan Mesjid Agung Baiturrahim di kompleks Perkantoran Blok Plan Marisa yang pembangunannya dimulai tahun 2006 serta prakarsa penataan dan revitalisasi Bundaran Tugu Panua (ikon burung maleo di kawasan titik nol Blok Plan Marisa) untuk mempercantik wajah ibu kota kabupaten Pohuwato.
Bahkan lebih dari itu, masyarakat suku Bajo di Torosiaje di wilayah paling ujung Provinsi Gorontalo, juga mendapat sentuhan perhatian Rachmat Gobel yang telah memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat di pesisir Pohuwato itu.
Lain lagi, di Kab. Boalemo, jejak karya, dedikasi dan sumbangsih Rachmat Gobel tidak hanya memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, tapi juga perubahan mindset berpikir yang konstruktif bagi pemerintah daerah dan masyarakat. Dalam aspek ini, almarhum Rachmat Gobel berhasil melakukan terobosan dalam mentransformasikan sektor pertanian, hilirisasi produk lokal, dan gerakan ekonomi hijau berkelanjutan.
Hal itu sangat jelas terlihat dari inovasi Pertanian dan Cokelat Otanaha yang dipelopori almarhum melalui gerakan pngembangan tanaman Kakao atau coklat di Kab. Boalemo hingga ke kawasan Kab. Pohuwato. Paling tidak, dengan terobosan Rachmat Gobel kala itu, paradigma pertanian di Kab. Boalemo termasuk Pohuwato yang selalu bergantung pada komoditi Jagung, menjadi sisi lain yang mengundang perspektif, bahwa almarhum semasa hidupnya, tidak hanya sosok pengusaha sukses yang dermawan dan cinta negeri leluhurnya, tapi juga memiliki ide dan gagasan prospektif bagaimana mengangkat sektor pertanian yang unggul dan berdaya saing.
Upayanya yang menginisiasi hilirisasi buah kakao dari kebun petani Boalemo menjadi produk olahan cokelat bermerek Otanaha yang sukses menembus pasar ekspor internasional hingga Jepang dan Prancis, menjadi bukti terhadap kepiawian almarhum dalam mendongkrak perekonomian masyarakat.
Yang menarik adalah, konsep manajemen yang diterapkan almarhum Rachmat Gobel dalam mengembangkan hilirisasi Kakao benar-benar terencana dan tersistematis. Yakni diawali dari upayanya yang mencanangkan penanaman jutaan bibit kakao.
Sukses mengembangkan hilirisasi Kakao di Bolaemo termasuk Pohuwato, Rachmat Gobel juga mencanangkan gerakan Ekonomi Hijau yang berwawasan lingkungan dengan menghadirkan terobosan penanaman sejuta Bambu Petung di lahan-lahan kritis, antara lain di Desa Kuala Lumpur, Huwongo, Polohungo, dan Kec. Paguyaman. Dari gerakan penanaman Bambu Petung ini, mengindikasikan bahwa almarhum Rachmat Gobel merupakan sosok visioner dengan konsep berpikir yang multidimensional.
Ia sangat paham tentang arti pentingnya mitigasi emisi dan Iklim dengan menghadirkan Bambu Petung yang kelak tidak hanya berfungsi untuk penyerapan karbon (CO2), penghijauan wilayah, serta penurunan suhu udara melalui pendekatan ekologis, tapi juga berdampak ekonomi bagi masyarakat dalam jangka waktu yang lama.
Ide, gagasan dan pemikiran konstruktif Rachmat Gobel untuk Gorontalo, juga dapat dilihat dari semangatnya untuk mewujudkan program Revitalisasi Pembangunan Pelabuhan Anggrek di Kab. Gorontalo Utara sebagai pelabuhan perdagangan bertaraf internasional yang terintegrasi dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pangan dan Kawasan Industri Anggrek.
Dalam setiap saat, Rachmat Gobel menyampaikan terobosan monumental dan visioner yang diharapkan mampu mengangkat perekonomian Gorontalo dan membebaskan daerah ini dari predikat 10 besar daerah termiskin di Indonesia dengan IPM yang juga masuk 10 besar terendah di Indonesia.
Pembangunan pelabuhan Anggrek yang terintegrasi dengan Kawasan Ekonomi Khusus, menurut Rachmat Gobel, merupakan bagian penting dari program cetak biru “Visi 2051” untuk mentransformasi Gorontalo menjadi provinsi yang maju, mandiri, dan menekan angka kemiskinan. Dalam visinya, Pelabuhan Anggrek yang terintegrasi dengan KEK dapat meningkatkan kapasitas dan fungsi pelabuhan agar bisa menjadi pusat jalur logistik serta ekspor-impor langsung dari Gorontalo.
Selain itu, integrasi KEK mampu menghubungkan kawasan pelabuhan dengan kawasan industri pangan dan agropolitan dalam rangka mengolah hasil bumi lokal. Dampaknya adalah, dapat menarik investasi dengan nilai hingga mampu t membuka lapangan kerja baru bagi sekitar 100.000 tenaga kerja dalam jangka panjang.
Di Kota Gorontalo, jejak karya monumental yang diwariskan almarhum Rachmat Gobel adalah Revitalisasi Pasar Tradisional di wilayah Kota Gorontalo. Meski menjabat Menteri Perdagangan hanya kurang lebih setahun lamanya, namun semangat dan kepeduliannya untuk Gorontalo hingga hari ini masih dapat dilihat dan dirasakan oleh masyarakat Gorontalo, diantaranya revitalisasi pasar Liluwo di Kota Gorontalo dan Pencangan Festival Pasar Murah di Kota Gorontalo.
Rachmat Gobel juga memiliki jasa besar dalam pengembangan Jagung di Gorontalo. Salah satunya dapat dilihat dari kiprahnya di Desa Tri Dharma Kec. Pulubala yang mencanangkan konsep budidaya Jagung yang berbasis teknologi pertanian modern. Termasuk di dalamnya, gerakan budidaya tanaman Kacang Tanah di Desa Tilihuwa Kec. Limboto yang mampu mendongkrak perekonomian masyarakat.
Dari berbagai kiprah almarhum Rachmat Gobel untuk Gorontalo selama ini, satu hal yang pasti, bahwa Gorontalo mungkin butuh waktu puluhan, bahkan ratusan tahun untuk mendapatkan sosok tokoh nasional, namun masih menaruh kepedulian bagi negeri leluhurnya dengan berbagai pemikiran brilian tentang masa depan Gorontalo. Paling tidak, dalam kiprahnya selama ini, almarhum Rachmat Gobel memiliki dedikasi yang tinggi di sektor pertanian, UMKM, pengembangan adat/istiadat dan budaya serta industry Gorontalo.
Oleh karena itu, meski Rachmat Gobel telah tiada, namun semangatnya, keberpihakannya, kiprah, ide,gagasan dan pemikiran-pemikiran konstruktifnya untuk Gorontalo tidak boleh mati, melainkan harus tetap hidup dan wajib hukumnya untuk diwarisi dan terus dilanjutkan oleh generasi hari ini serta generasi Gorontalo yang akan datang.
Dalam perspektif ini, almarhum Rachmat Gobel, tidak hanya mewariskan nilai-nilai filosofis leluhurnya, tapi juga telah mewariskan karya dan karsanya untuk Gorontalo, mewariskan semangat membangun yang tinggi yang sejatinya menjadi sumber inspirasi bagi masyarakat Gorontalo hari ini dan masa mendatang.
Terakhir, saya menyampaikan permohonan maaf jika perspektif tentang kiprah almarhum Rachmat Gobel di Gorontalo selama ini, mungkin berbeda atau dirasa masih kurang dari yang semestinya. Paling tidak, dari tulisan ini, saya mencoba meneropongnya dari kacamata saya sebagai teman dan sahabat almarhum yang pernah berinteraksi untuk pembangunan Gorontalo.
Meski saya tidak bisa hadir dalam doa arwah 40 hari almarhum, namun doa dan munajat agar segala amal ibadah dan kebaikan-kebaikan almarhum untuk Gorontalo mendapatkan ganjaran pahala yang menjadi asbab beliau dilapangkan alam kuburnya dan mendapatkan surgaNya di Yaumil Akhir. (***)
**Cek berita dan artikel terbaru Komparasi.id dengan mengikuti WhatsApp Channel










Leave a Reply