KOMPARASI.ID – Sebuah video terkait insiden yang terjadi di Rumah Sakit (RS) Sitti Khadijah Gorontalo beredar dan menjadi viral di media sosial, Sabtu (12/9/2026).
Dalam video tersebut, seorang pria nampak mengamuk dan mengancam beberapa tenaga kesehatan di halaman rumah sakit.
Pria tersebut bahkan sempat melontarkan ancaman penikaman. “Kita (saya) ini jurnalis,” ujar pria yang belakangan terinformasi bernama Jefri Taha, dalam video tersebut.
Berdasarkan informasi sementara yang berhasil dihimpun, peristiwa itu bermula ketika Jefri mendapatkan informasi dari salah seorang keluarga pasien soal adanya pelayanan rumah sakit yang dinilai bermasalah.
Dirinya pun mendatangi RS Sitti Khadijah yang beralamat di Kota Gorontalo pada Sabtu (12/92026) dini hari.
Namun, alih-alih melakukan liputan, ia justru memilih cara yang di luar proporsi jurnalistik dan tidak sesuai dengan kode etik: Mengintimidasi, mengancam, dan bahkan sempat menggunakan kekerasan.
Peristiwa ini mendapatkan banyak perhatian dari masyarakat Gorontalo dan sedang dalam
proses di pihak kepolisian.
Atas insiden tersebut, Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) Gorontalo mengecam penggunaan profesi jurnalis di luar koridor jurnalistik ini.
Jurnalis semestinya meliput, bukan mengintimidasi, mengancam bahkan melakukan kekerasan.
Profesi jurnalis bukan kartu kekebalan dan bukan pula kewenangan khusus untuk memaksa seseorang mengikuti kehendak jurnalis. Fungsi kontrol sosial dijalankan melalui kerja
jurnalistik dengan mengedepankan verifikasi, konfirmasi, keberimbangan, independensi, dan
etika.
AJI Gorontalo menyatakan:
1. Intensi menyebut identitas sebagai jurnalis pada insiden tersebut, justru menodai profesi
jurnalis itu sendiri. Apapun kilahnya, ia sudah keluar jauh dari koridor kerja-kerja jurnalistik.
2. Mengimbau jurnalis untuk selalu bertumpu pada kode etik jurnalistik.
3. Mendorong proses hukum atas peristiwa tersebut, tanpa pandang profesi.
4. Mengimbau masyarakat untuk melaporkan jika mendapati ada wartawan atau jurnalis yang menggunakan profesinya untuk hal-hal di luar kerja-kerja jurnalistik. Misalnya, yang sering terjadi seperti pemerasan atau pengancaman.
**Cek berita dan artikel terbaru Komparasi.id dengan mengikuti WhatsApp Channel










Leave a Reply