Tak Mau Jadi Figuran: PSI Gorontalo Kirim Sinyal Serius Rebut Panggung Politik

Keterangan Foto : Ketua DPW PSI Provinsi Gorontalo saat sambutan (sumber foto : mediasulutgo.com)
Keterangan Foto : Ketua DPW PSI Provinsi Gorontalo saat sambutan (sumber foto : mediasulutgo.com)

KOMPARASI.ID – Ketua DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Gorontalo, Forry Armin Naway, resmi dilantik dalam Rapat Kerja Wilayah yang digelar di Hotel Grand Q, Jumat (24/04/2026).

Pelantikan itu dipimpin langsung oleh Ketua Harian DPP PSI, Ahmad Ali sebuah sinyal bahwa pusat memberi perhatian khusus ke daerah ini.

Namun yang lebih menarik bukan seremoni pelantikannya, melainkan arah politik yang langsung dipasang, agresif, terukur, dan kalau berhasil berpotensi mengubah peta kekuatan lokal.

Forry membuka sambutannya dengan nada emosional, mengapresiasi kehadiran elite DPP yang tetap datang meski cuaca buruk. Tapi pesan sesungguhnya bukan soal itu. Ia sedang membangun narasi loyalitas dan militansi kader dua hal yang selalu jadi fondasi partai baru untuk bertahan.

Baca Juga :  KPU RI Terbitkan PKPU Terbaru Tahapan dan Jadwal Pilkada 2024 

“Kehadiran ini bukan hanya simbolik, tapi energi bagi kami di daerah,” kira-kira begitu pesan yang ingin ditegaskan.

Yang menarik, Forry tak berhenti di retorika. Ia langsung masuk ke hal paling krusial dalam politik elektoral, struktur.

Targetnya jelas dalam satu bulan, seluruh kepengurusan hingga tingkat desa atau DPRT harus rampung. Ini bukan target biasa. Dalam konteks partai, DPRT adalah ujung tombak. Tanpa itu, suara di tingkat akar rumput nyaris mustahil dikonsolidasikan.

Baca Juga :  Ir. Lucky Paudi dan Dedikasi Panjang Membangun Layanan Air Minum Berkelanjutan

Dengan kata lain, PSI Gorontalo sedang mencoba mempercepat fase yang biasanya memakan waktu bertahun-tahun, membangun mesin politik dari bawah.

Lebih jauh lagi, Forry menunjukkan bahwa PSI tidak ingin sekadar jadi “penggembira” dalam kontestasi. Target 2029 yang ia sampaikan cukup berani bahkan cenderung menantang.

Bukan hanya kursi legislatif yang dibidik, tetapi juga posisi eksekutif. Ada sinyal bahwa komunikasi politik untuk calon kepala daerah sudah mulai dijajaki, termasuk di Pohuwato dan wilayah lain. Ini penting, karena menunjukkan bahwa PSI mulai beranjak dari partai kader menuju partai yang siap bermain dalam perebutan kekuasaan.

Baca Juga :  Saling Memuji, Toni Uloli dan Rustam Akili Memiliki "Chemistri" yang Sama ke Pilgub?

Ambisi ini tentu bukan tanpa risiko. Basis PSI di banyak daerah masih tergolong tipis. Namun, dengan strategi konsolidasi cepat dan dukungan figur nasional, peluang itu tetap terbuka.

Di titik ini, nama Kaesang Pangarep ikut diselipkan sebagai magnet politik. Harapannya sederhana, efek elektoral dari pusat bisa menular ke daerah.

Lulusan Ilmu Komunikasi konsentrasi jurnalistik ini meniti karier dari dunia penyiaran radio. Ia juga sempat berkarir di media cetak majalah dan surat kabar dengan pengalaman di berbagai media lokal hingga nasional. Perjalanan yang dimulainya sejak tahun 2012 ini membentuknya sebagai jurnalis yang, adaptif, dan berorientasi pada kekuatan narasi.