KOMPARASI.ID – Di ruang publik Gorontalo, nama Jefry AS Rumampuk dan Johan Chornelis Rumampuk bukanlah sosok yang asing.
Keduanya dikenal sebagai jurnalis yang kerap mengangkat isu-isu sensitif, menguliti persoalan yang sering kali luput dari perhatian publik, bahkan tak jarang menuai kontroversi karena keberanian mereka menampilkan fakta-fakta yang tidak selalu nyaman bagi banyak pihak.
Namun di balik identitas sebagai pemilik perusahaan media dan jurnalis aktif, ada peran lain yang kini mereka emban, menjadi bagian dari gerakan pencegahan narkoba di Gorontalo.
Foto yang beredar usai pertemuan di BNNP Gorontalo memperlihatkan dua kakak beradik itu berdiri berdampingan bersama jajaran pengurus Gerakan Pramuka.
Sebuah momen yang mungkin terlihat biasa, tetapi menyimpan cerita yang tidak banyak diketahui publik.
Jefry AS Rumampuk, yang dikenal sebagai CEO PT Kolaborasi Bareng Butota, kini dipercaya mengemban amanah sebagai Majelis Pembina Saka Anti Narkoba di Kabupaten Gorontalo.
Sementara sang adik, Johan Chornelis Rumampuk, CEO PT Fakta Media Butota, mendapat mandat serupa di Kabupaten Pohuwato. Keduanya berada pada posisi yang sama, tetapi di wilayah yang berbeda.
Di tengah kesibukan mengelola perusahaan media siber, mengejar narasumber, menyusun berita, dan menghadapi dinamika ruang publik yang keras, mereka memilih mengambil tanggung jawab tambahan yang tidak berkaitan dengan bisnis maupun popularitas.
Bagi sebagian orang, jabatan CEO mungkin sudah cukup prestisius. Namun bagi dua bersaudara ini, keterlibatan dalam Saka Anti Narkoba tampaknya menjadi ruang pengabdian yang berbeda.
Sebuah ruang yang menuntut kesediaan untuk hadir di tengah generasi muda, menyampaikan edukasi, dan ikut menjaga mereka dari ancaman penyalahgunaan narkotika.
Menariknya, perjalanan keduanya juga menghadirkan ironi yang unik. Di satu sisi mereka adalah pelaku industri media yang setiap hari bergelut dengan informasi, kritik, dan pengawasan terhadap kebijakan publik.
Di sisi lain, mereka kini menjadi bagian dari gerakan sosial yang menekankan pembinaan karakter, disiplin, dan pencegahan bahaya narkoba.
Perpaduan dua peran tersebut menjadikan Jefry dan Johan sebagai pasangan kakak-adik yang memiliki cerita tersendiri di Gorontalo.
Tidak banyak ditemukan dua CEO media yang secara bersamaan mendapat kepercayaan sebagai Majelis Pembina Saka Anti Narkoba di daerah yang berbeda.
Bagi publik, kisah ini mungkin bukan sekadar tentang jabatan. Melainkan tentang bagaimana dua saudara yang tumbuh dalam lingkungan yang sama memilih jalan pengabdian yang serupa, meski menapaki wilayah dan tantangan yang berbeda.
Di tengah berbagai perdebatan, kritik, dan dinamika yang selalu mengiringi dunia jurnalistik, keduanya kini dipertemukan dalam satu misi yang sama, menjaga generasi muda agar tidak kehilangan masa depan akibat narkoba.










Leave a Reply