Biografi Sherly Tjoanda: Dari Pengusaha, Gubernur Perempuan Pertama di Maluku, hingga Menjadi Sorotan di PENAS XVII Gorontalo

KOMPARASI.ID – Di antara deretan kepala daerah yang menghadiri Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII di Gorontalo, nama Sherly Tjoanda menjadi salah satu yang paling banyak diperbincangkan.

Perempuan kelahiran Ambon, 12 Agustus 1982 itu bukan hanya dikenal sebagai Gubernur Maluku Utara, tetapi juga sebagai sosok yang mencatat sejarah baru dalam politik Indonesia.

Pada Februari 2025, Sherly resmi dilantik sebagai gubernur perempuan pertama di Provinsi Maluku Utara setelah memenangkan Pilkada 2024 bersama wakilnya, Sarbin Sehe.

Perjalanan Sherly menuju kursi gubernur tidak berlangsung biasa. Ia sebelumnya lebih dikenal sebagai pengusaha dan pendamping mantan Bupati Pulau Morotai, Benny Laos.

Baca Juga :  Dugaan Pungli di RS Toto Kabila Mencuat, Pasien BPJS Diminta Bayar ERACS Tanpa Kwitansi

Namun tragedi yang menimpa sang suami pada Oktober 2024 mengubah arah hidupnya. Setelah Benny Laos meninggal dunia saat masih berstatus calon gubernur, Sherly maju menggantikan posisi tersebut dan akhirnya memenangkan kontestasi politik Maluku Utara.

Di Maluku Utara, Sherly dikenal memiliki gaya kepemimpinan yang dekat dengan masyarakat. Ia aktif memanfaatkan media sosial sebagai sarana menerima laporan warga dan menyampaikan program pemerintah.

Pendekatan yang relatif berbeda itu membuat namanya cepat dikenal, terutama di kalangan generasi muda.

Baca Juga :  BSG Sebut Transaksi Normal, Dinas Pendidikan Gorontalo Bantah Keras

Kehadirannya di ruang politik juga dinilai menarik karena berhasil menembus dominasi laki-laki dalam kontestasi kepala daerah.

Bahkan sejumlah pengamat dan warganet pernah menyebut kemenangan Sherly sebagai salah satu momentum penting bagi representasi perempuan dalam politik daerah Indonesia.

Popularitas itulah yang kemudian terbawa hingga ke Gorontalo saat pelaksanaan PENAS XVII. Bahkan sebelum tiba di Gorontalo, kehadiran Sherly telah menjadi bahan perbincangan masyarakat.

Kehadirannya menambah daftar tokoh nasional yang memeriahkan ajang terbesar petani dan nelayan Indonesia yang tahun ini dipusatkan di Gorontalo.

Baca Juga :  Kohati PB HMI Luncurkan Logo Milad ke-58, Sisiana Tuamaji Pimpin Persiapan Diesnatalis

Di arena PENAS, perhatian publik terhadap Sherly semakin menguat setelah Presiden RI menyapanya dalam rangkaian kegiatan yang dihadiri ribuan peserta dari seluruh Indonesia.

Momen tersebut menjadi salah satu bagian yang banyak diperbincangkan selama pelaksanaan PENAS XVII.

Lebih dari sekadar kehadiran seorang kepala daerah, Sherly Tjoanda hadir membawa cerita tentang  kepemimpinan perempuan, dan perjalanan politik yang lahir dari situasi yang tidak pernah direncanakan.

Di tengah agenda besar pertanian dan perikanan nasional, sosoknya menjadi salah satu figur yang berhasil mencuri perhatian publik di Gorontalo.

Redaktur Komparasi.id