Ketua HMI Cabang Gorontalo Desak Kepala BSG Segera Transparan soal Dana BOS SDN 56

KOMPARASI.ID Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) SDN 56 Kota Gorontalo sebesar Rp69 juta raib dari rekening Bank Sulawesi Utara Gorontalo (BSG).

Hilangnya dana yang seharusnya digunakan untuk kebutuhan operasional sekolah ini berdampak serius terhadap jalannya aktivitas pendidikan di sekolah tersebut.

Krisis ini menyebabkan gaji guru honorer yang telah mengabdi selama bertahun-tahun tertunggak selama tiga bulan, terhitung sejak November 2024 hingga Januari 2025.

Tagihan listrik dan air yang menjadi kebutuhan dasar sekolah juga belum terbayar selama periode yang sama.

Baca Juga :  Rahayu Kaino di Munas ASPEKSINDO: Dorong Laut untuk Rakyat, Bukan Sekadar Slogan

“Gaji guru honorer dan kebutuhan dasar sekolah tertunda akibat dana BOS yang hilang. Ini situasi yang sangat sulit,” ujar Zakaria, Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Gorontalo. (8/1/25)

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Gorontalo, Zakaria mendesak Bank SulutGo segera memberikan klarifikasi dan pertanggungjawaban terkait insiden ini.

Zakaria menegaskan bahwa kehilangan dana ini bukan sekadar persoalan administrasi, melainkan ancaman langsung terhadap keberlanjutan pendidikan anak-anak di SDN 56 Kota Gorontalo.

Baca Juga :  Ridha Anwar dan Aprijal Rajak: Calon Kuat dari Koalisi Fakultas Tehnik dan Fakultas Ilmu Sosial Untuk PILBEM UNG 2024

“Kami meminta pihak Bank SulutGo bertanggung jawab. Ini bukan hanya soal uang, tapi soal masa depan bangsa. Pendidikan adalah hak dasar yang harus dilindungi,” tegas Zakaria.

Hilangnya dana ini menimbulkan pertanyaan serius terhadap sistem keamanan dan pengelolaan dana oleh Bank SulutGo.

Sebagai lembaga keuangan yang dipercaya mengelola dana pendidikan, kejadian ini mencederai kepercayaan masyarakat.

Baca Juga :  KPMI Bangkep Gelar Rapat Kerja Montolutusan 

Kasus ini menunjukkan betapa rentannya dunia pendidikan ketika fasilitas keuangan gagal menjalankan tanggung jawabnya.

Kata Zakaria, Pendidikan, sebagai hak dasar setiap anak bangsa, membutuhkan jaminan akses terhadap dana dan fasilitas yang memadai.

Zakaria berharap pihak terkait segera mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan kasus ini dan mencegah insiden serupa terjadi di masa depan.

“Ini soal masa depan anak-anak bangsa. Jangan sampai krisis ini berlarut-larut,” tutup Zakaria.

Redaktur Komparasi.id