Peringkat Ketiga Kasus HIV/AIDS di Gorontalo, KPA Bone Bolango Gencarkan Skrining di Zona Merah

KOMPARASI.ID Kabupaten Bone Bolango kini tercatat sebagai daerah dengan kasus HIV/AIDS tertinggi ketiga di Provinsi Gorontalo.

Data Dinas Kesehatan Provinsi menyebutkan, hingga Mei 2025 tercatat 163 kasus di kabupaten ini, hanya berada di bawah Kabupaten Gorontalo dan Kota Gorontalo.

Menghadapi tren peningkatan itu, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Bone Bolango bersama Puskesmas Botupingge menggencarkan langkah pencegahan dengan melakukan pemeriksaan dini secara mobile.

Baca Juga :  Sekda Bone Bolango Buka Proses Pelantikan JPT Pratama, Tegaskan Tak Ada KKN

Skrining dilakukan langsung di lokasi yang dianggap sebagai kantong populasi kunci, tempat hiburan malam dan kos-kosan.

“Kami ingin menjangkau sebanyak mungkin populasi kunci untuk mencegah penularan Infeksi Menular Seksual, terutama HIV/AIDS,” ujar Sekretaris KPA Bone Bolango, Suratno Hulukati, kepada Komparasi.id, Minggu (18/5/2025).

Pemeriksaan dilakukan di tiga kafe dan tiga rumah kos di wilayah kerja Puskesmas Botupingge.

Baca Juga :  Kabupaten Bone Bolango Raih Tiket ke MTQ Nasional 2024 di Kalimantan Timur

Tim gabungan dari KPA, Dinas Kesehatan, Polsek Botupingge, dan Koramil Suwawa turun langsung ke lapangan untuk memastikan pelaksanaan berjalan aman dan kondusif.

Menurut Suratno, tempat-tempat ini dipilih berdasarkan pemetaan risiko, mengingat populasi kunci seperti pekerja seks, pengguna narkoba suntik, dan kelompok rentan lainnya sering berada di lokasi tersebut.

“Kegiatan ini bukan hanya soal deteksi dini, tapi juga upaya membuka akses layanan kesehatan bagi kelompok yang kerap terpinggirkan,” tambahnya.

Baca Juga :  Kelompok Wanita Tani di Suwawa Ajukan Bantuan Pertanian kepada Bupati Bone Bolango

Meski hasil pemeriksaan kali ini menunjukkan seluruh responden negatif HIV, KPA tetap mengimbau masyarakat tidak lengah.

Pentingnya deteksi dini, kata Suratno, adalah untuk memastikan penyebaran dapat dikendalikan sebelum berkembang lebih luas.

“Kami ingin membangun kesadaran bahwa skrining dini bukan untuk menakuti, tapi untuk melindungi,” tandasnya.

Redaktur Komparasi.id