Operasi Pasar Murah Jelang Idul Adha, DPRD Provinsi Gorontalo Ingatkan Risiko Bagi Pedagang Kecil

KOMPARASI.IDMenjelang Idul Adha 1446 H, DPRD Provinsi Gorontalo mengingatkan pemerintah daerah agar lebih cermat dalam merancang operasi pasar murah.

Ketua Komisi II, Mikson Yapanto, menilai langkah tersebut berisiko mengganggu roda ekonomi pedagang kecil jika tak dilakukan secara selektif.

Baca Juga :  DPRD Provinsi Gorontalo Resmi Bentuk Pansus Pertambangan, Ini Daftar Lengkap Anggotanya

“Operasi pasar murah harus melihat situasi harga. Jika tidak ada lonjakan, sebaiknya jangan dilakukan agar pedagang kecil tidak merugi,” kata Mikson, Senin (19/05/2025).

Menurutnya, pelaksanaan pasar murah berskala besar dapat menekan daya saing pedagang di pasar tradisional yang menjadi tulang punggung ekonomi lokal.

Baca Juga :  Ridwan Monoarfa: HUT ke-25 Gorontalo Harus Jadi Momentum Evaluasi dan Penguatan SDM

Ia meminta Bulog dan Pemprov Gorontalo menentukan lokasi secara objektif dan menghindari wilayah dengan pasar rakyat aktif.

“Tujuan pasar murah memang mulia, tetapi kalau tak dikaji dampaknya, justru bisa menimbulkan masalah baru,” tegasnya.

Baca Juga :  Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo Dorong APRI Percepat Legalisasi Tambang Rakyat dari WPR ke IPR

DPRD juga mendorong agar kebijakan intervensi harga dilakukan secara terukur, hanya ketika terjadi gejolak harga yang signifikan.

Evaluasi terhadap waktu, tempat, dan komoditas yang disediakan menjadi kunci agar intervensi ini tidak kontra-produktif.

Redaktur Komparasi.id