KOMPARASI.ID – Cakupan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Kabupaten Bone Bolango terus menunjukkan peningkatan.
Pada triwulan kedua 2026, daerah ini berhasil menembus angka 70,37 persen dan mengantarkannya masuk dalam 10 besar nasional untuk kategori cakupan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.
Pencapaian tersebut sekaligus menempatkan Bone Bolango sebagai daerah dengan capaian kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan terbaik di Provinsi Gorontalo.
Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan UMKM Bone Bolango, Jumaidil, mengatakan capaian itu merupakan hasil dari berbagai upaya pemerintah daerah dalam memperluas akses perlindungan bagi pekerja, terutama di sektor informal yang mendominasi struktur ketenagakerjaan daerah.
“Alhamdulillah, saat ini Bone Bolango berada di peringkat 10 nasional dan peringkat pertama di Provinsi Gorontalo dalam capaian kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan,” kata Jumaidil, Jumat (29/5/2026).
Menurut dia, capaian tersebut mengalami peningkatan signifikan dibanding triwulan pertama 2026. Saat itu, Bone Bolango masih berada di posisi ke-19 nasional dengan tingkat kepesertaan sebesar 64,7 persen.
Dalam kurun waktu beberapa bulan, angka tersebut meningkat menjadi 70,37 persen sehingga mendorong Bone Bolango masuk ke jajaran daerah dengan cakupan perlindungan pekerja terbaik di Indonesia.
Jumaidil menjelaskan, peningkatan itu didorong oleh sejumlah program inovasi yang dijalankan pemerintah daerah bersama berbagai pemangku kepentingan.
Program tersebut antara lain Jaksa Pelindung Pekerja, Gerakan ASN Peduli Pekerja, Gerakan CSR Peduli Pekerja Sekitar, perlindungan bagi pengurus Unit Pengumpul Zakat (UPZ) dan mustahik, optimalisasi perlindungan badan usaha, UMKM, galian C, dan BUMDes, perlindungan pekerja mandiri melalui Program Perlindungan Pekerja Keagamaan dan Kemasyarakatan (PPPKW), hingga perlindungan tenaga outsourcing pemerintah daerah.
Selain itu, pemerintah daerah bersama BPJS Ketenagakerjaan rutin melakukan evaluasi setiap triwulan guna memastikan jumlah pekerja yang terlindungi terus bertambah.
“Penilaiannya berdasarkan perbandingan antara jumlah pekerja yang wajib menjadi peserta dengan jumlah pekerja yang sudah terdaftar,” ujarnya.
Meski mencatat prestasi di tingkat nasional, Pemerintah Kabupaten Bone Bolango masih menghadapi pekerjaan rumah yang cukup besar.
Hingga saat ini, sekitar 25 ribu pekerja di daerah tersebut belum terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.
Karena itu, pemerintah daerah terus mengintensifkan edukasi kepada masyarakat, pelaku usaha, serta berbagai stakeholder agar semakin banyak pekerja memperoleh perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.
Menurut Jumaidil, perlindungan tersebut sangat penting mengingat sebagian besar masyarakat Bone Bolango bekerja di sektor nonformal dan usaha mandiri yang rentan terhadap risiko kecelakaan kerja maupun kehilangan penghasilan.
Pemkab Bone Bolango menargetkan cakupan Universal Coverage Jamsostek (UCJ) mencapai 80 persen pada 2026 sebelum menuju target perlindungan menyeluruh bagi seluruh pekerja di daerah tersebut.








Leave a Reply