Bawaslu Gorontalo Soroti Perbedaan Data Pemilih dalam Rekapitulasi DPT Pemilu 2024

KOMPARASI.ID Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Gorontalo turut serta dalam Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilihan Serentak 2024 yang digelar di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Gorontalo.

Dalam rapat tersebut, Ketua Bawaslu Idris Usuli bersama Anggota Moh. Fadjri Arsyad dan Kepala Sekretariat Nikson Entengo, menyampaikan beberapa catatan penting terkait hasil proses “Tabrak Data” yang dilakukan KPU.

Baca Juga :  Pengawasan Kampanye di Pohuwato Diperketat, Bawaslu Soroti Belum Terbitnya STTP

Idris Usuli secara khusus menyoroti dampak dari tabrak data terhadap jumlah pemilih di berbagai kabupaten dan kota.

Salah satu perhatian utama Bawaslu adalah adanya perbedaan jumlah pemilih di Kabupaten Boalemo.

Idris menjelaskan bahwa berdasarkan rekapitulasi di tingkat kecamatan, jumlah pemilih tercatat sebanyak 108.223.

Baca Juga :  KPU Provinsi Gorontalo Gelar Simulasi Pemungutan Suara Pilkada 2024, Kenalkan Perubahan Tata Letak TPS

Namun, setelah proses tabrak data di tingkat kabupaten, jumlah tersebut bertambah menjadi 108.295, terjadi selisih sebanyak 72 pemilih.

“Perbedaan ini harus diperhatikan dengan serius, terutama dalam perencanaan pencetakan surat suara,” ujar Idris.

Ia menekankan pentingnya transparansi dalam memaparkan perubahan data pemilih di setiap tingkatan.

Baca Juga :  KPU Bone Bolango Lantik 465 Pantarlih Pastikan Keakuratan Data Pemilih di Pilkada 2024

Hal ini, menurutnya, menjadi faktor krusial dalam pengelolaan logistik pemilu, terutama terkait jumlah surat suara yang akan dicetak.

Ketidakcocokan data pemilih yang muncul akibat tabrak data ini memicu pertanyaan terkait akurasi rekapitulasi KPU, yang bisa berdampak pada kelancaran pelaksanaan pemilu mendatang.

Redaktur Komparasi.id