Legislator Gorontalo Tinjau Bengkel Las, Cari Aspirasi Nyata Pelaku IKM

KOMPARASI.ID Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo melakukan kunjungan kerja ke Bengkel Las Kreatif di Desa Tinelo, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, Senin (9/6/2025).

Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya menyerap aspirasi pelaku industri kecil dan menengah (IKM) yang selama ini kerap diabaikan dalam proses perencanaan pembangunan.

Kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni kunjungan. Komisi II membawa misi untuk memverifikasi langsung usulan-usulan yang masuk melalui Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) anggota dewan.

Baca Juga :  RPJMD 2024-2029 Dibedah, Ini Catatan DPRD dan Bappeda

Ketua Komisi II menegaskan, mereka ingin memastikan bahwa setiap aspirasi benar-benar berangkat dari kebutuhan nyata pelaku usaha, bukan sekadar formalitas dalam dokumen Musrenbang.

“Ini soal akuntabilitas kebijakan. Kami harus lihat sendiri bagaimana kondisi di lapangan, bukan hanya membaca laporan di atas kertas,” ujar salah satu anggota Komisi II saat berdialog dengan pemilik bengkel.

Dalam pertemuan itu, pemilik Bengkel Las Kreatif menyerahkan proposal bantuan yang diharapkan dapat difasilitasi lewat jalur Pokir dan diteruskan ke Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan Provinsi Gorontalo.

Baca Juga :  Ketika Tambang Bicara Etika dan Pembangunan: Studi Tiru DPRD Provinsi Gorontalo ke PT Farhan Batu Palu

Proposal tersebut memuat permohonan peralatan kerja dan pelatihan teknis lanjutan bagi tenaga kerja lokal.

Kunjungan ini juga menyiratkan upaya menjembatani sinergi antara pelaku IKM dengan pemerintah daerah.

Di tengah situasi ekonomi yang masih rentan, sektor IKM dinilai strategis sebagai penopang ekonomi masyarakat dan penyerap tenaga kerja nonformal.

Baca Juga :  Semarak HUT ke-25 Provinsi Gorontalo, Ketua DPRD Thomas Mopili Hadiri Gelaran Baksos dan Hiburan Rakyat di Bone Bolango

Namun tantangan klasik terus membayangi: akses permodalan yang sempit, kurangnya pelatihan berkelanjutan, dan minimnya perlindungan terhadap pelaku usaha lokal dari tekanan industri besar.

Komisi II berharap, kunjungan ini tak berhenti pada sebatas dokumentasi kegiatan, tetapi bisa ditindaklanjuti dalam bentuk kebijakan anggaran dan program konkret yang berpihak pada sektor kecil dan menengah di Gorontalo.

Redaktur Komparasi.id