KOMPARASI.ID – Panitia Khusus (Pansus) Kepemudaan DPRD Provinsi Gorontalo kembali melanjutkan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Penyelenggaraan Kepemudaan, Senin (17/11/2025).
Rapat yang berlangsung di ruang sidang DPRD itu menghadirkan sejumlah instansi terkait guna menyelaraskan program dan penggunaan anggaran organisasi kepemudaan.
Sejumlah OPD dan stakeholder hadir dalam rapat tersebut, di antaranya Badan Narkotika Nasional (BNN), Kesbangpol, serta Dinas Sosial.
Badan Intelijen Daerah (Binda) dijadwalkan hadir namun berhalangan dan akan diundang pada pembahasan selanjutnya.
Ketua Pansus Kepemudaan DPRD Provinsi Gorontalo, Ghalib I. Lahidjun dari Fraksi Golkar, menjelaskan bahwa pertemuan ini berfokus pada penguatan aspek pembinaan karakter pemuda, termasuk integrasi program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan Narkotika (P4GN).
“Kami mengundang BNN untuk meminta masukan terkait program P4GN. Salah satu hal yang disarankan kepala BNN adalah perlunya integrasi program tersebut dalam kebijakan kepemudaan,” ujar Ghalib.
Ia juga menyoroti lemahnya arah kebijakan anggaran di sejumlah OPD yang menangani program kepemudaan. Menurutnya, mekanisme hibah untuk organisasi kepemudaan selama ini tidak memiliki target pengembangan yang jelas.
“Kebijakan anggaran kepemudaan di OPD-OPD terkesan dilepas begitu saja. Tidak ada target pengembangan organisasi kepemudaan. Hibah-hibah itu dikelola sesuai selera masing-masing organisasi,” tegas Ghalib.
Melalui Ranperda Kepemudaan ini, DPRD berharap pemerintah daerah dapat menetapkan standar, parameter kinerja, serta target yang harus dipenuhi oleh setiap organisasi penerima hibah
Dengan begitu, pembangunan kepemudaan di Provinsi Gorontalo dapat berjalan lebih terukur dan akuntabel.
“Hal itu diharapkan dapat mendorong hadirnya rencana strategis pengembangan kepemudaan yang lebih terukur dan bertanggung jawab di Provinsi Gorontalo,” pungkas Ghalib.
Rapat Pansus dijadwalkan berlanjut dengan menghadirkan instansi lainnya untuk memastikan Ranperda Kepemudaan memiliki landasan yang kuat, komprehensif, dan sesuai kebutuhan pemuda di daerah.










Leave a Reply