Hilirisasi Industri Ayam di Gorut Ditargetkan Dorong Ekonomi Lokal dan Serapan Tenaga Kerja

KOMPARASI.ID, Pemprov – Pemerintah Provinsi Gorontalo menargetkan Program Pengembangan Hilirisasi Industri Ayam Terintegrasi di Kabupaten Gorontalo Utara menjadi motor baru penggerak ekonomi daerah, khususnya di sektor peternakan dan industri turunan.

Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail mengatakan, program ini dirancang untuk menciptakan rantai nilai yang lebih panjang, mulai dari produksi bahan baku hingga pengolahan, sehingga manfaat ekonomi tidak hanya berhenti di sektor hulu.

“Dengan industri yang terintegrasi, nilai tambah tidak keluar daerah. Ini akan berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat dan penciptaan lapangan kerja,” ujar Gusnar dalam rapat koordinasi persiapan pencanangan program, Sabtu (10/1/2025).

Baca Juga :  Stok Hewan Kurban Gorontalo Surplus Jelang Idul Adha, Peternak Dapat Angin Segar

Pemerintah Provinsi telah menyiapkan lahan seluas sekitar lima hektar di Desa Tolongio, Kecamatan Anggrek, Gorontalo Utara, sebagai pusat pengembangan klaster industri ayam.

Lokasi ini direncanakan menjadi basis pengolahan pakan ternak hingga pengembangan industri peternakan ayam terpadu.

Menurut Gusnar, keberadaan klaster ini berpotensi menarik investasi baru, sekaligus menggerakkan sektor pendukung seperti transportasi, logistik, dan jasa.

Baca Juga :  Pemprov Gorontalo Terapkan Pemangkasan Anggaran Perjalanan Dinas Hingga 50%

“Kalau industri ini berjalan, efek gandanya besar. Bukan hanya peternak, tapi juga sektor lain ikut bergerak,” katanya.

Pemerintah daerah juga diminta memastikan kesiapan infrastruktur pendukung, termasuk akses jalan dan kesiapan lahan, agar kegiatan produksi dan distribusi tidak terkendala.

Program ini diharapkan menjadi contoh pengembangan ekonomi berbasis komoditas lokal yang terencana dan berkelanjutan di Gorontalo.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *