6 Tahun Tanpa Rusak, Traktor Bantuan di Desa Luhu Jadi Contoh Pengelolaan Alsintan di Gorontalo

KOMPARASI.ID – Enam tahun sejak diterima pada 2020, bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) berupa traktor yang dikelola Kelompok Tani Palapa 1 di Desa Luhu, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo, masih berfungsi optimal.

Fakta tersebut terungkap saat Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo melakukan kunjungan kerja dan monitoring pemanfaatan bantuan alsintan di desa tersebut, Sabtu (24/1/2026).

Kunjungan itu difokuskan pada efektivitas penggunaan bantuan pemerintah di tingkat kelompok tani. Kelompok Tani Palapa 1 yang beranggotakan 20 orang dan diketuai Kasma Kone dinilai berhasil menjaga sekaligus memaksimalkan fungsi traktor bantuan dari Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo tersebut.

Baca Juga :  Lolly Yunus dan Optimisme Bone Bolango di Peran Saka Nasional 2025

Di lapangan, rombongan dewan mendapati traktor masih dalam kondisi baik dan belum pernah mengalami kerusakan berarti selama kurang lebih enam tahun pemanfaatan. Kondisi ini disebut tak lepas dari kedisiplinan anggota kelompok dalam perawatan rutin serta penggunaan sesuai prosedur.

Traktor tersebut digunakan secara bergiliran untuk mengolah lahan jagung seluas sekitar 3 hektare dan sawah kurang lebih 5 hektare, baik sawah basah maupun kering. Selain dimanfaatkan internal kelompok, alsintan juga disewakan kepada kelompok tani lain dengan tarif Rp350.000 per kelompok.

Baca Juga :  DPRD Provinsi Gorontalo Siap Tinjau Lapangan, Evaluasi Kinerja Koperasi dan Perusahaan Sawit

Skema penyewaan ini dinilai membantu memperluas manfaat bantuan sekaligus menambah kas kelompok untuk biaya operasional dan perawatan alat.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Ridwan Monoarfa, mengatakan keberhasilan pengelolaan alsintan oleh Kelompok Tani Palapa 1 dapat menjadi model bagi kelompok tani lainnya.

Baca Juga :  Fadli Hasan Serukan Perbaikan Tata Kelola Pertanian untuk Tarik Minat Petani Milenial di Gorontalo

“Bantuan pemerintah harus benar-benar dimanfaatkan sesuai peruntukan. Kalau dikelola dengan baik seperti ini, dampaknya langsung terasa pada produktivitas dan kesejahteraan petani,” ujarnya.

Ia menegaskan, kegiatan monitoring penting dilakukan untuk memastikan bantuan yang bersumber dari anggaran daerah berjalan efektif, tepat sasaran, dan tidak terbengkalai.

Melalui pengawasan berkala, DPRD berharap seluruh bantuan alsintan di Provinsi Gorontalo dapat dimanfaatkan optimal serta mendorong peningkatan produksi pertanian secara berkelanjutan.