Lonjakan Kasus HIV/AIDS di Gorontalo, Kota Gorontalo Jadi Episentrum

KOMPARASI.ID – Kasus HIV/AIDS di Provinsi Gorontalo menunjukkan peningkatan signifikan.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, hingga September 2024 tercatat 172 kasus baru, sehingga total kasus di provinsi tersebut kini melebihi 1.300.

Kota Gorontalo menjadi wilayah dengan jumlah kasus baru tertinggi, yakni 102 kasus, yang mengindikasikan perlunya perhatian khusus terhadap daerah tersebut.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, dr. Jeane Istianti Dalie, menyebutkan, peningkatan jumlah kasus yang terdeteksi menunjukkan keberhasilan dalam upaya deteksi aktif yang dilakukan pemerintah.

Baca Juga :  Bimbingan Keagamaan dan Digital Upaya Lapas Gorontalo Bangun Masa Depan Warga Binaan

“Peningkatan kasus ini bukan berarti situasi semakin memburuk, melainkan menunjukkan bahwa kita semakin aktif dalam menemukan kasus. Dengan begitu, kita dapat memberikan penanganan yang tepat kepada penderita dan mencegah penularan lebih lanjut,” kata dr. Jeane dalam wawancara dengan Komparasi.id, Rabu (15/1/2025).

Ia juga menyoroti masih banyaknya kesalahpahaman di masyarakat terkait cara penularan HIV/AIDS.

Baca Juga :  Komisi IV DPRD Desak UBMG Tinjau Ulang Skorsing dan DO Mahasiswa

Menurutnya, HIV/AIDS tidak menular melalui kontak fisik sehari-hari seperti bersalaman, berpelukan, atau berbagi makanan.

Penularan utama terjadi melalui hubungan seksual tanpa pengaman dan penggunaan jarum suntik secara bersama.

Karena itu, edukasi yang benar sangat penting agar masyarakat memahami HIV/AIDS secara tepat, sehingga stigma terhadap penderita dapat dihapuskan.

dr. Jeane juga mengingatkan pentingnya pengobatan secara teratur dan pendampingan bagi penderita HIV/AIDS.

Ia menjelaskan bahwa dengan pengobatan yang tepat, penderita dapat hidup lebih lama dan tetap produktif.

Baca Juga :  Banjir Surut di Talumolo, Warga Diminta Waspada Wabah Demam Berdarah

Pemerintah, tambahnya, telah menyediakan fasilitas kesehatan yang dapat diakses secara gratis oleh masyarakat, mulai dari pemeriksaan, pendampingan, hingga pengobatan HIV/AIDS.

“HIV/AIDS memang belum bisa disembuhkan, tetapi dengan pengobatan yang tepat, virus dapat ditekan sehingga tidak merusak sistem kekebalan tubuh. Penderita dapat menjalani kehidupan yang normal,” pungkasnya.


**Cek berita dan artikel terbaru Komparasi.id dengan mengikuti WhatsApp Channel

Redaktur Komparasi.id