Hilirisasi Industri Ayam Gorontalo Bergantung pada Keberlanjutan Suplai Jagung

KOMPARASI.ID Pemerintah Provinsi Gorontalo menegaskan bahwa keberhasilan Program Pengembangan Hilirisasi Industri Ayam Terintegrasi sangat bergantung pada keberlanjutan pasokan bahan baku, terutama jagung sebagai komponen utama pakan ternak.

Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menyatakan, tanpa jaminan suplai jagung yang stabil, operasional pabrik pakan ternak berisiko terganggu dan berdampak pada rantai produksi peternakan ayam.

“Yang kami siapkan saat ini adalah bagaimana menjaga suplai jagung agar stok pabrik pakan ternak tetap terjaga dan berkelanjutan,” kata Gusnar dalam rapat koordinasi persiapan pencanangan program, Sabtu (10/1/2025).

Baca Juga :  Pemprov Gorontalo Siap Terapkan Efisiensi APBD 2025, Menanti Petunjuk Pusat

Menurut Gusnar, Gorontalo memiliki potensi produksi jagung yang besar, namun perlu dikelola secara terencana agar mampu menopang kebutuhan industri dalam jangka panjang.

Sinkronisasi antara sektor pertanian dan peternakan menjadi kunci agar hilirisasi tidak menimbulkan tekanan baru pada ketersediaan pangan.

Pemerintah daerah juga mempertimbangkan faktor iklim dan musim hujan yang dapat memengaruhi produksi dan distribusi jagung. Karena itu, koordinasi lintas sektor diperlukan untuk menjaga stabilitas pasokan.

Baca Juga :  Potensi Ikan Melimpah, Gorontalo Jadi Garda Terdepan Program Makan Gratis Prabowo

Program hilirisasi ini diharapkan tidak hanya memperkuat industri peternakan, tetapi juga mendukung ketahanan pangan daerah melalui pemanfaatan komoditas lokal secara efisien.

Dengan pendekatan terintegrasi, pemerintah berharap sektor pertanian dan peternakan dapat saling menopang, sekaligus mengurangi ketergantungan pada pasokan pakan dari luar daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *