Lapas Gorontalo Sambut Ramadhan dengan Program “Masuk Napi, Keluar Santri”

KOMPARASI.ID, Gorontalo – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Kota Gorontalo kembali menggelar program pembinaan keagamaan dalam rangka menyambut Ramadhan 1446 H.

Mengusung tagline “Masuk Napi, Keluar Santri”, program ini bertujuan membentuk warga binaan yang lebih religius dan memiliki pemahaman keislaman yang lebih mendalam.

Kasdin Lato, Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik (Binadik), menjelaskan, kegiatan ini mencakup pesantren kilat dengan pelatihan menjadi imam, khatib, serta pendalaman tafsir dan fiqih.

Baca Juga :  Diduga Penyitaan Kendaraan Secara Sepihak, BFI Gorontalo dan PT. Lintas Borneo Sukses Dilaporkan ke Polresta 

Tidak hanya itu, ada pula program riyadhah sosial spiritual untuk memperkuat keimanan para warga binaan.

“Kami ingin memberikan pembinaan yang lebih dari sekadar hukuman. Ini adalah kesempatan bagi warga binaan untuk kembali ke jalan yang lebih baik,” ujar Kasdin saat ditemui di ruang kerjanya, (26/2)

Baca Juga :  Kapolda Gorontalo Minta Maaf ke Seluruh Jurnalis, dan Segera Evaluasi Anggotanya

Salah satu kegiatan utama dalam program ini adalah tadarus Al-Qur’an, di mana warga binaan ditargetkan untuk khatam dua kali saat peringatan Nuzulul Qur’an dan menjelang Idulfitri.

Selain itu, tausiah dari mubaligh setempat akan diadakan setiap sore menjelang berbuka puasa.

Yang menarik, program ini juga menekankan nilai toleransi antarumat beragama. Warga binaan non-Muslim turut serta dalam persiapan sahur dan berbuka puasa, sebagai bentuk kebersamaan dalam keberagaman.

Baca Juga :  Menteri Komunikasi dan Digital Bertemu Menteri PPPA Bahas Literasi Digital untuk Perempuan dan Anak

Kata Kasdin, Lapas Gorontalo tak hanya berfungsi sebagai tempat pembinaan hukum, tetapi juga ruang transformasi moral dan spiritual bagi para warga binaan.

“Kami berharap mereka dapat kembali ke masyarakat dengan nilai-nilai kebaikan yang lebih kuat.”tutupnya.

Redaktur Komparasi.id