BPOM Gorontalo Perketat Pengawasan Takjil Waspadai Bahan Berbahaya di Pasar Ramadhan!

KOMPARASI.ID Menjelang bulan suci Ramadhan, Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Gorontalo meningkatkan pengawasan terhadap makanan dan minuman, khususnya takjil yang banyak dikonsumsi masyarakat saat berbuka puasa.

Kepala BPOM Gorontalo, Stepanus Simon Sesa, mengatakan, intensifikasi pengawasan ini bertujuan untuk memastikan makanan yang beredar aman dan bebas dari bahan berbahaya.

Baca Juga :  Diskusi Publik AJI Gorontalo Bahas Solusi Hentikan Kekerasan terhadap Jurnalis

Katanya BPOM rutin melakukan pengawasan obat dan makanan, tetapi menjelang Ramadhan, intensitasnya meningkat.

BPOM memeriksa produk di pusat distribusi seperti Indogrosir dan Hypermart. Fokus utama ialah mendeteksi produk tanpa izin edar, yang sudah kedaluwarsa, atau dalam kondisi tidak layak.

“Kadang, karena permintaan meningkat, pedagang menyetok barang lebih awal tanpa memperhatikan masa kedaluwarsanya,” jelasnya, Kamis (27/02/2025).

Baca Juga :  Pembatalan Rapat di DPR RI Konflik Pertambangan Emas Pohuwato, Memicu Konfrontasi Antara Aktivis dan Legislator

Selain di pusat distribusi, BPOM juga akan turun langsung ke lokasi penjualan takjil untuk mengambil sampel dan melakukan uji cepat terhadap kandungan makanan.

Salah satu prioritas utama adalah mendeteksi bahan berbahaya yang mungkin digunakan oleh oknum pedagang, seperti formalin, boraks, atau pewarna yang tidak diperuntukkan bagi makanan.

Baca Juga :  Polemik di UBM Gorontalo, Presiden BEM Mengaku Hadapi Tekanan

“Kami akan mengambil sampel dari berbagai titik penjualan takjil, lalu melakukan pengujian di tempat. Dengan begitu, hasilnya bisa langsung diketahui dan jika ditemukan pelanggaran, kami akan segera mengambil tindakan,” tegas Stepanus.

BPOM berharap pengawasan ini dapat memastikan takjil yang dikonsumsi masyarakat tetap aman dan tidak membahayakan kesehatan selama Ramadhan.