Warga Talumolo Desak Perbaikan Tanggul Jebol Usai Banjir Rendam Permukiman

KOMPARASI.ID Warga RW 01/RT 03, Kelurahan Talumolo, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo, mendesak pemerintah segera memperbaiki tanggul sungai yang jebol, setelah hujan deras menyebabkan banjir di wilayah mereka.

Jebolnya tanggul memperparah luapan air ke permukiman, membuat warga semakin khawatir setiap kali hujan turun.

Salah seorang warga, Iston Botutihe, mengatakan bahwa dinding sungai runtuh saat hujan deras mengguyur kawasan tersebut pada Selasa (4/3), menyebabkan banjir yang lebih parah dari sebelumnya.

Baca Juga :  FORJATIM Gorontalo Berbagi 700 Paket Takjil di Bundaran Saronde

“Dulu kalau hujan, air masih bisa mengalir ke sungai. Sekarang, air langsung masuk ke rumah-rumah karena tanggulnya jebol,” ujarnya.

Keterangan Foto : Sedimentasi Sungai yang tersisa di pemukiman warga. (Fiki/Komparasi.id)
Keterangan Foto : Sedimentasi Sungai yang tersisa di pemukiman warga. (Fiki/Komparasi.id)

Sedimentasi di sungai yang semakin tinggi turut memperburuk kondisi. Material yang terbawa arus hampir menyentuh jembatan, menghambat aliran air dan mempercepat luapan ke permukiman.

Baca Juga :  Mahasiswa UBM Gorontalo Diduga Diintimidasi karena Bergabung dengan Organisasi Ekstra

Pemerintah setempat telah meninggikan jembatan sebagai solusi, tetapi sedimentasi yang terus menumpuk membuatnya kembali tampak rendah.

Warga berharap ada langkah konkret dari pihak berwenang, setidaknya dengan memperbaiki tanggul yang jebol sebagai tindakan darurat.

Kalau pengerukan sungai masih butuh waktu, minimal perbaikan tanggul harus segera dilakukan.

Baca Juga :  Lowongan Kerja, PT. Astra International, Tbk- DSO Gorontalo
Keterangan: Akibat Tanggul Jebol di Talumolo. (Fiki/komparasi.id)
Keterangan: Material menumpuk di Pemukiman Akibat Tanggul Jebol di Talumolo. (Fiki/komparasi.id)

“Kalau dalam dua minggu ini tidak ada tindakan, kami siap menggalang massa untuk menutup akses di jembatan itu,” tegas Iston.

Beberapa warga telah berupaya menahan air dengan menggunakan puing-puing reruntuhan, tetapi langkah tersebut tidak cukup untuk menghalangi derasnya aliran.

Mereka khawatir, jika tidak ada solusi cepat, banjir akan terus berulang dan menyebabkan kerugian lebih besar.

Redaktur Komparasi.id