Misteri Tarif Trump Mengapa Rusia dan 10 Negara Lain Dikecualikan?

sumber foto : RRI.co.id
sumber foto : RRI.co.id

KOMPARASI.ID Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, baru-baru ini mengumumkan kebijakan tarif impor baru yang menargetkan mayoritas negara di dunia.

Namun, beberapa negara justru tidak masuk dalam daftar tersebut, menimbulkan berbagai spekulasi dan pertanyaan mengenai alasan di balik pengecualian ini.

Kebijakan tarif ini jelas menandai langkah besar dalam perdagangan global, namun juga meninggalkan celah penting dalam analisis hubungan dagang dan politik internasional.

Apa alasan di balik pengecualian ini dan bagaimana dampaknya terhadap ekonomi global? Berikut ulasannya.

Negara-Negara yang Tidak Masuk Daftar Tarif

Mengutip Newsweek pada Kamis, 3 April 2025, Trump meluncurkan kebijakan “tarif timbal balik” dengan tujuan untuk mengurangi ketidakseimbangan perdagangan sebesar US$1,2 triliun yang tercatat tahun lalu.

Meskipun kebijakan ini menjangkau sebagian besar dunia, ada sebelas negara yang tidak dikenai tarif tersebut, yaitu:

  • Rusia

  • Belarus

  • Kuba

  • Korea Utara

  • Kanada

  • Meksiko

  • Burkina Faso

  • Palau

  • Seychelles

  • Somalia

  • Vatikan

Baca Juga :  Kenapa SPT Jadi Kurang Bayar Usai NPWP Istri Digabung? Ini Penjelasannya

Alasan di Balik Pengecualian

Rusia menjadi salah satu negara yang paling banyak disorot karena tidak dikenai tarif, yang mengejutkan banyak pihak di Barat. Mengutip BBC pada Jumat, 4 April 2025, media lokal Rusia menilai absennya Rusia dalam daftar tarif ini sebagai langkah yang “mengecewakan banyak pihak di Barat”.

Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, menjelaskan bahwa “sanksi yang sudah ada membuat perdagangan yang berarti dengan Rusia menjadi tidak mungkin”.

Penjelasan serupa juga diberikan oleh seorang pejabat anonim kepada The New York Times, yang menyebutkan bahwa negara-negara seperti Rusia, Belarus, Korea Utara, dan Kuba “sudah dikenakan tarif sangat tinggi, dan sanksi kami sebelumnya membuat perdagangan berarti menjadi tidak mungkin”.

Baca Juga :  JMSI dan ACJA Dirikan Rumah Wartawan Tiongkok–Indonesia, Perkuat Pertukaran Media Dua Negara

Sementara itu, Rossiya 24, media pemerintah Rusia, menegaskan bahwa meski tidak ada tarif yang dikenakan pada Rusia, hal ini bukan disebabkan oleh perlakuan khusus, melainkan karena sanksi Barat yang telah lebih dulu diberlakukan terhadap negara tersebut.

Fakta Unik: Heard Island dan McDonald Islands Justru Dikenai Tarif

Yang menarik, meski negara besar seperti Rusia dikecualikan, beberapa wilayah kecil yang hampir tidak memiliki penduduk, seperti Heard Island dan McDonald Islands, justru masuk dalam daftar negara yang dikenakan tarif impor oleh Trump.

Stasiun televisi Rusia Zvezda bahkan secara satir mengomentari hal ini dengan mengatakan, “Sepertinya beberapa penguin harus membayar tarif 10%.”

Baca Juga :  Gaji Pensiunan PNS Naik! Simak Rinciannya untuk Bulan Februari 2025

Reaksi dan Implikasi Global

Pengumuman ini memicu beragam reaksi dari dunia internasional. Trump sendiri menyatakan dalam pidatonya di Rose Garden pada Rabu, 2 April 2025, bahwa “negara kami telah dijarah, dijarah, diperkosa, dirampok” oleh negara-negara lain, menunjukkan ketegasan kebijakan proteksionisnya.

Namun, kebijakan ini juga mendapat kritik tajam. Senator dari Partai Republik memperingatkan bahwa tarif baru ini bisa memicu “penghancuran politik” akibat meningkatnya harga barang-barang impor.

Kepala Ekonom Moody’s, Mark Zandi, menjelaskan kepada Newsweek bahwa “sebagian besar beban tarif akan ditanggung oleh konsumen Amerika dalam bentuk harga yang lebih tinggi”, yang berpotensi mempengaruhi daya beli masyarakat.

Redaktur Komparasi.id