Mba Ngadin, Kisah Penjaja Jamu yang Mengayuh Harapan

Keterangan Foto : Ilustrasi Penjual Keliling Jamu Tradisional
Keterangan Foto : Ilustrasi Penjual Keliling Jamu Tradisional

KOMPARASI.ID Setiap hari, Mba Ngadin, perempuan berusia 53 tahun, berkeliling menjajakan jamu racikannya. Dengan sepeda tuanya, ia menyusuri jalan-jalan di Kota Gorontalo, diiringi terik matahari yang ditangkisnya dengan topi petani sederhana.

Pagi itu, seperti biasa, ia memulai perjalanan dari Buladu, Kota Barat, membawa harapan dan kerja keras demi masa depan yang lebih baik.

“Biasanya saya mulai jalan jam 10 pagi, pulangnya sekitar jam 12 atau jam 1 siang,” ujar Mba Ngadin ketika ditemui di Jalan Gelatik, Huledulaa, Kecamatan Kota Timur.

Baca Juga :  Redaksi Hibata.id Beri Sikap Tegas Usai Jurnalisnya Alami Serangan Digital

Sebagai ibu dua anak, Mba Ngadin sudah menjalani rutinitas ini sejak tahun 1994. Saat itu, ia dan suaminya memutuskan untuk merantau ke Gorontalo demi mengadu nasib.

Keduanya bahu-membahu menafkahi keluarga, Mbah Ngadin dengan jamunya, dan suaminya dengan berjualan es.

“Dari jualan jamu dan es, kami bisa menyekolahkan anak-anak hingga selesai. Yang satu sekarang ahli gizi, yang satu sarjana ekonomi,” katanya dengan bangga sembari melayani seorang pembeli.

Berbekal semangat yang tak pernah pudar, Mbah Ngadin mengaku tak memiliki banyak uang untuk diwariskan kepada anak-anaknya.

Baca Juga :  Lapas Gorontalo Sambut Ramadhan dengan Program “Masuk Napi, Keluar Santri”

Namun, ia percaya bahwa kerja keras dan pengorbanannya adalah modal utama untuk masa depan mereka.

“Sebagai orang tua, yang bisa kami lakukan adalah berusaha keras agar kesulitan hidup yang kami alami tidak perlu mereka rasakan,” tuturnya penuh keyakinan.

Meski hidup mereka sederhana, Mbah Ngadin dan suaminya selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya.

Ia menekankan pentingnya pendidikan dan pergaulan yang baik, mengajarkan anak-anaknya untuk memilih teman dengan bijak dan sesuai dengan kemampuan.

Baca Juga :  Perolehan Suara di TPS 001 Limba U1 Gorontalo, Paslon Nomor Urut 1 Peroleh 76 Suara

“Saya selalu bilang ke anak-anak, jangan sembarangan berteman. Sesuaikan dengan kemampuan bapak dan ibu, agar tidak salah langkah,” ujarnya dengan lembut.

Mba Ngadin adalah sosok ibu yang kuat dan penuh kasih. Meski ia hanya mengandalkan sepeda tua dan racikan jamu tradisional, harapan dan perjuangannya tidak pernah pudar.

Baginya, masa depan yang lebih baik adalah hadiah terbesar yang bisa ia berikan kepada anak-anaknya.