Diskusi Publik AJI Gorontalo Bahas Solusi Hentikan Kekerasan terhadap Jurnalis

KOMPARASI.ID Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Gorontalo menggelar diskusi publik bertajuk “Kilas Balik Kekerasan terhadap Jurnalis di Gorontalo, Tanggung Jawab Siapa?” pada Sabtu (1/2/2025) di Roemah Marly, Kota Gorontalo.

Acara ini menjadi refleksi atas insiden kekerasan yang menimpa jurnalis di daerah tersebut dalam beberapa tahun terakhir.

Ketua AJI Gorontalo, Franco Bravo Dengo, Kebebasan pers merupakan pilar utama demokrasi, dengan jurnalis berperan sebagai penyampai informasi dan penjaga akuntabilitas publik.

Baca Juga :  UBM Bantah Larang Organisasi Ekstra, Warek : Kami Sedang "Cipta Kondisi" 

Lebih lanjut Franco menuturkan, kekerasan terhadap pekerja media masih menjadi persoalan serius, baik di tingkat nasional maupun daerah, termasuk di Gorontalo, yang memiliki industri media berkembang pesat.

Kata Franco, Sepanjang 2024, berbagai bentuk kekerasan terhadap jurnalis masih terjadi, mulai dari ancaman verbal, intimidasi, serangan fisik, hingga perampasan alat kerja. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran akan masa depan kebebasan pers di Gorontalo.

Baca Juga :  BREAKING NEWS: Hujan Lebat, Talumolo Kembali Dilanda Banjir
Keterangan: Diskusi Publik Hentikan Kekerasan terhadap Jurnalis di Gorontalo.
Keterangan: Diskusi Publik Hentikan Kekerasan terhadap Jurnalis di Gorontalo.

Perlindungan bagi jurnalis pun dinilai masih belum optimal, baik dalam aspek regulasi, penegakan hukum, maupun dukungan dari perusahaan media itu sendiri.

Franco Bravo Dengo, Forum ini menjadi ruang strategis untuk membangun lingkungan kerja yang lebih aman bagi jurnalis di Gorontalo.

Dengan keterlibatan berbagai pihak, diharapkan muncul langkah konkret guna memperkuat kebebasan pers serta menghapus kekerasan terhadap pekerja media.

Baca Juga :  Pengamat Hukum : Penyelidikan Raibnya Dana BOS Harus Dilanjutkan

Sebagai penutup, para organisasi wartawan dan lembaga yang hadir menyepakati pembentukan koalisi guna mendorong upaya kolektif dalam mengakhiri kekerasan terhadap jurnalis di Gorontalo.

Diskusi ini menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang, termasuk perwakilan AJI Sulawesi, akademisi Noval Talani dari Universitas Gorontalo, Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Gorontalo Verianto Madjowa, serta Dirreskrimum Polda Gorontalo, Kombes Pol Yos Guntur Yudi Fauris Susanto.

Redaktur Komparasi.id