BPOM Imbau Pedagang Takjil Jaga Kebersihan dan Keamanan Pangan

KOMPARASI.ID Selain melakukan pengawasan ketat terhadap peredaran makanan dan minuman selama Ramadhan, BPOM Gorontalo juga aktif memberikan edukasi kepada pedagang takjil.

Langkah ini dilakukan agar para pedagang lebih sadar akan pentingnya kebersihan dan keamanan pangan.

Stepanus Simon Sesa, Kepala BPOM Gorontalo, menekankan bahwa banyak pedagang takjil berjualan di pinggir jalan, yang berisiko tinggi terhadap kontaminasi debu dan polusi.

Baca Juga :  Pedagang Cemas, Pasar Rakyat Liluwo Sepi Pembeli

Oleh karena itu, BPOM akan turun langsung memberikan pembinaan agar makanan yang dijual tetap higienis dan aman dikonsumsi.

BPOM tidak hanya melakukan pengujian makanan, tetapi juga memberikan edukasi kepada para pedagang. Berjualan di pinggir jalan memang praktis, tapi ada risiko kontaminasi debu dan kotoran.

“Kami mengimbau pedagang untuk menutup makanan dengan baik dan menjaga kebersihan tempat berjualan,” ujarnya.

Baca Juga :  BAZNAS Gorontalo Himpun Rp 9,2 Miliar Zakat Sepanjang 2024

Selain itu, BPOM juga mengingatkan pedagang agar tidak menggunakan bahan tambahan makanan yang dilarang, seperti formalin dan boraks.

Mereka diperbolehkan menggunakan pewarna, pemanis, atau pengawet, asalkan sesuai dengan standar keamanan pangan.

“Yang penting, bahan tambahan yang digunakan adalah yang diizinkan. Kami terus mengingatkan pedagang agar tidak menggunakan bahan berbahaya demi keuntungan sesaat, karena bisa berdampak buruk bagi kesehatan konsumen,” tambahnya.

Baca Juga :  Kebakaran Besar Landa Polda Gorontalo, Kapolda Pantau Langsung Upaya Pemadaman

BPOM juga mengimbau pedagang untuk menggunakan kemasan makanan yang aman, menghindari penggunaan plastik hitam atau koran bekas yang bisa mencemari makanan.

“Kami berharap para pedagang semakin sadar akan pentingnya keamanan pangan, sehingga masyarakat bisa menikmati takjil dengan lebih tenang dan sehat.”tutupnya.

Redaktur Komparasi.id